Dalam dunia ekspor-impor, istilah HS Code adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kode ini menjadi bagian penting dalam proses pengiriman barang lintas negara. Namun, meski sering disebut-sebut, masih banyak pelaku usaha, khususnya yang baru terjun ke dunia logistik atau perdagangan internasional, belum benar-benar memahami apa itu HS Code, bagaimana cara mengeceknya, membaca formatnya, dan berapa lama masa berlakunya.
Melalui artikel ini, kita akan membahas tuntas semua hal penting seputar HS Code dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tujuannya, agar Anda yang berkecimpung dalam ekspor-impor atau logistik bisa memaksimalkan pemahaman dan meminimalisir risiko kesalahan dalam pengiriman barang.
Apa Itu HS Code?
Pengertian HS Code Secara Umum
HS Code adalah singkatan dari Harmonized System Code, yakni sistem penomoran atau pengkodean standar yang digunakan secara internasional untuk mengklasifikasikan jenis barang dagangan. Sistem ini dikembangkan oleh World Customs Organization (WCO) dan diadopsi oleh lebih dari 200 negara di seluruh dunia.
Kode ini terdiri dari angka-angka tertentu yang masing-masing mewakili kategori, subkategori, dan spesifikasi barang. Kode ini sangat krusial karena berpengaruh terhadap tarif bea masuk, persyaratan dokumen, serta regulasi barang ekspor-impor.
Fungsi dan Tujuan HS Code
HS Code bukan sekadar angka acak. Kode ini memiliki peran strategis, antara lain:
-
Menstandarkan klasifikasi barang secara global.
-
Menentukan tarif dan pajak bea masuk.
-
Membantu pihak bea cukai dalam identifikasi barang.
-
Menjadi dasar analisis data perdagangan internasional.
-
Menghindari penyalahgunaan klasifikasi barang.
Struktur dan Format HS Code
Jumlah Digit dan Artinya
HS Code secara internasional umumnya terdiri dari 6 digit, tetapi beberapa negara mengembangkannya hingga 8 atau 10 digit. Di Indonesia, kita mengenal istilah BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia) yang menggunakan sistem 8 digit.
Struktur umumnya:
-
2 digit pertama: Bab (chapter) – kelompok besar produk.
-
4 digit: Pos (heading) – pengelompokan lebih detail.
-
6 digit: Subpos (subheading) – klasifikasi internasional.
-
8 digit: Subsubpos – penyesuaian negara.
Contoh HS Code
Misalnya:
HS Code: 8703.23.29.00
-
87: Kendaraan bermotor
-
03: Mobil penumpang
-
23: Kapasitas silinder 1500-3000 cc
-
29: Selain tipe diesel
-
00: Detil tambahan berdasarkan aturan Indonesia
Mengapa HS Code Penting dalam Ekspor dan Impor?
Menentukan Bea Masuk dan Pajak
Setiap HS Code memiliki tarif bea masuk yang berbeda. Tanpa kode yang tepat, Anda bisa saja membayar lebih mahal atau bahkan dikenai sanksi.
Memastikan Kepatuhan Regulasi
Beberapa barang memerlukan izin khusus. Dengan penulisan yang benar, Anda bisa langsung mengetahui apakah barang Anda termasuk yang memerlukan izin atau tidak.
Mencegah Kendala Kepabeanan
Salah menginput HS Code bisa menyebabkan barang tertahan di pelabuhan, dikenai denda, atau bahkan ditolak masuk oleh negara tujuan.
Cara Cek HS Code Barang
1. Melalui Situs Resmi Bea Cukai
Langkah-langkahnya:
-
Kunjungi https://insw.go.id.
-
Klik menu “Cari HS Code”.
-
Masukkan nama barang atau deskripsinya.
-
Sistem akan menampilkan beberapa hasil berdasarkan keyword Anda.
2. Menggunakan BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia)
BTKI adalah acuan nasional yang memberikan penjelasan lebih detail tentang HS Code di Indonesia. Anda bisa mengunduh BTKI melalui situs Kementerian Keuangan atau INSW.
3. Konsultasi dengan PPJK atau Freight Forwarder
Jika Anda masih bingung, gunakan jasa profesional di bidang kepabeanan seperti PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan) atau freight forwarder.
Cara Membaca dan Memahami HS Code
Mengenal Struktur Angka
Seperti telah disebutkan, HS Code dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan digitnya. Berikut ini cara membacanya:
-
Digit 1–2 (Bab): Menunjukkan kategori umum barang.
-
Digit 3–4 (Pos): Jenis barang lebih spesifik.
-
Digit 5–6 (Subpos): Detail teknis barang.
-
Digit 7–8 (Negara): Penyesuaian lokal.
Contoh Analisis
HS Code: 9403.60.90.00
-
94: Furniture
-
03: Furniture lainnya
-
60: Furniture dari bahan lain (bukan kayu atau logam)
-
90: Lainnya
-
00: Kode akhir di Indonesia
Dengan memahami struktur ini, Anda dapat menghindari kesalahan klasifikasi yang sering menyebabkan masalah dalam proses ekspor-impor.
Masa Berlaku HS Code
Apakah HS Code Bisa Kedaluwarsa?
Secara prinsip, HS Code bersifat dinamis. World Customs Organization melakukan revisi besar setiap 5 tahun sekali. Artinya, HS Code yang berlaku saat ini bisa saja berubah di masa depan.
Update dan Revisi BTKI
Di Indonesia, perubahan HS Code diakomodasi melalui update BTKI. Oleh karena itu, Anda harus selalu mengecek versi terbaru dari BTKI untuk memastikan klasifikasi barang Anda tetap akurat.
Dampak Jika Menggunakan Kode Kedaluwarsa
Menggunakan HS Code yang sudah tidak berlaku lagi bisa mengakibatkan:
-
Penolakan entry barang oleh pihak bea cukai.
-
Pengembalian dokumen ekspor.
-
Keterlambatan pengiriman barang.
Tantangan Umum dalam Menentukan HS Code
Deskripsi Barang yang Tidak Jelas
Kesalahan paling umum adalah ketika deskripsi barang tidak cukup jelas. Misalnya hanya menulis “alat elektronik” tanpa menjelaskan spesifikasi teknis.
Barang Campuran atau Multi-Fungsi
Barang dengan fungsi ganda bisa masuk ke lebih dari satu klasifikasi. Di sinilah pentingnya penilaian berdasarkan prinsip General Interpretative Rules (GIRs).
Ketidaksesuaian Antara Invoice dan Kode
Invoice ekspor harus sesuai dengan HS Code yang dicantumkan. Jika tidak sesuai, proses pengurusan dokumen bisa terhambat.
Tips Menentukan HS Code yang Tepat
Gunakan Deskripsi Teknis
Jelaskan barang dengan spesifikasi lengkap: bahan, fungsi, bentuk, dan komponen utama.
Cek Komparasi Antar Negara
Beberapa negara punya perluasan digit. Anda bisa membandingkan negara asal dan negara tujuan agar lebih akurat.
Ikuti Pelatihan Kepabeanan
Banyak lembaga atau instansi bea cukai menyelenggarakan pelatihan klasifikasi HS Code. Mengikuti pelatihan ini akan membantu Anda memahami seluk-beluk kode dengan benar.
Perbedaan HS Code dengan Kode Barang Lainnya
| Jenis Kode | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| HS Code | Klasifikasi barang internasional | 8703.23.29.00 |
| Kode Barang Internal | Digunakan perusahaan untuk inventarisasi | 12345678 |
| EAN/UPC | Kode untuk retail dan barcode | 0891234567890 |
Kesimpulan
HS Code bukan sekadar deretan angka—kode ini merupakan elemen vital dalam perdagangan internasional. Memahaminya tidak hanya membantu dalam menentukan bea masuk, tapi juga mempermudah proses pengiriman dan menghindarkan Anda dari kesalahan prosedural.
Dengan memahami definisi, cara cek, cara membaca, hingga masa berlakunya, Anda sebagai pelaku usaha bisa membuat keputusan logistik yang lebih cerdas. Jangan ragu untuk menggunakan sumber resmi, berkonsultasi dengan ahli, dan terus memperbarui informasi Anda.
Jadikan artikel ini sebagai panduan praktis dalam setiap aktivitas ekspor-impor Anda. Sebab memahami HS Code secara mendalam adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis lintas negara.
Baca Artikel Lainnya : Layanan Logistik Dalam Satu Aplikasi
Related posts:
- Inilah Prosedur Pengiriman Barang via Laut yang Berlaku di Klik Logistics
- Mitsubishi DST: Teknologi Canggih untuk Kendaraan Niaga Masa Kini
- JNT Cargo dan Klik Logistics: Dua Raksasa Pengiriman Barang yang Membentuk Masa Depan Logistik Indonesia
- Pick Up Artinya: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Cara Kerja