Cara Menghitung Ongkir Cargo Jakarta ke Ternate Berdasarkan Berat dan Volume

Cara Menghitung Ongkir Cargo Jakarta ke Ternate Berdasarkan Berat dan Volume. menghitung ongkir jakarta ternate sebelum mengirim barang merupakan langkah penting agar Anda dapat menyiapkan anggaran secara lebih akurat. Hal ini semakin penting jika barang yang akan dikirim memiliki ukuran besar atau berat, seperti mesin bubut, mesin kapal, genset, maupun mesin industri lainnya. Kesalahan memahami cara menghitung ongkir sering kali membuat pelanggan terkejut ketika menerima penawaran harga dari perusahaan ekspedisi.

Pada layanan cargo Jakarta ke Ternate, perusahaan logistik umumnya menggunakan dua metode perhitungan, yaitu berdasarkan berat aktual dan berat volume. Untuk pengiriman udara, perusahaan juga menggunakan rumus volume yang berbeda karena kapasitas pesawat lebih terbatas dibandingkan kapal laut.

Selain memahami cara menghitung ongkir, Anda juga perlu memastikan sistem pembayaran, biaya tambahan, dan layanan yang termasuk dalam penawaran harga. Dengan begitu, proses pengiriman akan berjalan lebih lancar tanpa muncul biaya atau ketentuan yang tidak sesuai dengan harapan.

ekspedisi jakarta ternate

Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Berat Aktual

Berat aktual merupakan berat asli barang yang diperoleh melalui proses penimbangan menggunakan timbangan industri. Metode ini paling sering digunakan untuk barang-barang berat yang memiliki massa lebih besar dibandingkan hasil perhitungan volumenya.

Sebagai contoh, Anda akan mengirim mesin bubut dengan spesifikasi berikut:

Berat: 3 ton (3.000 kg)
Ukuran: 350 cm × 170 cm × 90 cm
Tarif cargo Jakarta ke Ternate: Rp6.500/kg
Rumus yang digunakan sangat sederhana.

Ongkir = Berat Aktual × Tarif per Kilogram

Perhitungannya menjadi:

3.000 kg × Rp6.500 = Rp19.500.000

Apabila perusahaan menggunakan metode berat aktual, maka estimasi ongkir pengiriman mesin bubut tersebut sebesar Rp19.500.000.

Metode ini juga sering digunakan untuk pengiriman:
  • Mesin kapal. Genset.
  • Mesin industri.
  • Panel listrik.
  • Peralatan tambang.
  • Material proyek.
  • Peralatan pabrik.

Semakin besar berat barang, semakin besar pula biaya pengiriman yang harus disiapkan.

Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Berat Volume

Tidak semua barang memiliki berat yang sebanding dengan ukurannya. Barang yang ringan tetapi berdimensi besar biasanya menggunakan metode berat volume.

Langkah pertama adalah mengukur:

Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tinggi (cm)
Kemudian kalikan ketiga ukuran tersebut.

Rumus Pengiriman Darat dan Laut

Untuk pengiriman melalui jalur darat maupun laut, gunakan rumus berikut:

Berat Volume = (Panjang × Lebar × Tinggi) ÷ 4.000

Menggunakan contoh mesin bubut:

350 × 170 × 90 = 5.355.000

5.355.000 ÷ 4.000 = 1.338,75 kg

Selanjutnya, kalikan hasil tersebut dengan tarif pengiriman.

1.338,75 kg × Rp6.500 = Rp8.701.875

Hasil tersebut menunjukkan ongkir berdasarkan berat volume.

Namun, perusahaan ekspedisi akan membandingkan hasil berat volume dengan berat aktual. Karena berat aktual mesin mencapai 3.000 kg, perusahaan akan menggunakan berat aktual sebagai dasar perhitungan ongkir.

Cara ini bertujuan agar tarif tetap sesuai dengan kapasitas muatan yang digunakan selama proses pengiriman.

Cara Menghitung Ongkir Cargo Udara

Apabila Anda membutuhkan pengiriman yang lebih cepat, cargo udara dapat menjadi pilihan. Namun, perusahaan menggunakan rumus volume yang berbeda karena kapasitas ruang pada pesawat lebih terbatas.

Rumus yang digunakan adalah:

Berat Volume = (Panjang × Lebar × Tinggi) ÷ 5.000

Menggunakan ukuran yang sama:

350 × 170 × 90 = 5.355.000

5.355.000 ÷ 5.000 = 1.071 kg

Selanjutnya:

1.071 kg × Rp55.000 = Rp58.905.000

Perusahaan kemudian membandingkan berat volume dengan berat aktual sesuai ketentuan maskapai. Setelah itu, mereka menentukan dasar perhitungan ongkir berdasarkan hasil yang berlaku.

Karena tarif cargo udara jauh lebih tinggi dibandingkan cargo laut, layanan ini biasanya digunakan untuk:

  • Sparepart yang bersifat mendesak.
  • Peralatan medis.
  • Dokumen penting
  • Barang bernilai tinggi.
  • Barang yang membutuhkan waktu pengiriman sangat cepat.

Untuk barang berat seperti mesin bubut atau mesin kapal, sebagian besar perusahaan lebih memilih cargo laut karena biaya pengirimannya jauh lebih efisien.

Hal yang Harus Ditanyakan Sebelum Mengirim Barang

Selain menghitung ongkir, Anda juga perlu memastikan beberapa informasi penting sebelum menyerahkan barang kepada perusahaan ekspedisi.

Apakah Ada Biaya Penjemputan?

Tidak semua perusahaan memberikan layanan penjemputan secara gratis, Jika lokasi pengambilan berada jauh dari gudang ekspedisi atau membutuhkan armada khusus, perusahaan mungkin mengenakan biaya tambahan. Karena itu, pastikan Anda menanyakan apakah tarif yang diterima sudah mencakup biaya penjemputan.

Bagaimana Sistem Pembayarannya?

Setiap perusahaan memiliki kebijakan pembayaran yang berbeda. Beberapa perusahaan meminta pelanggan melunasi ongkir sebelum pengiriman dimulai. Namun, ada juga yang memberikan pilihan pembayaran ketika barang tiba di Ternate. untuk pelanggan perusahaan atau proyek, sebagian ekspedisi bahkan menyediakan sistem pembayaran TOP (Term of Payment) sesuai kesepakatan kerja sama.

Sebelum menyetujui penawaran, pastikan Anda mengetahui pilihan pembayaran yang tersedia, seperti:

  • Lunas sebelum barang dikirim.
  • Bayar saat barang tiba di Ternate.
  • Pembayaran menggunakan sistem TOP.
  • Pembayaran bertahap sesuai kontrak.

Dengan mengetahui sistem pembayaran sejak awal, Anda dapat menghindari kesalahpahaman selama proses pengiriman.

Tanyakan Biaya Tambahan Lainnya

Selain ongkir utama, tanyakan juga apakah terdapat biaya tambahan untuk:

  • Packing kayu.
  • Bubble wrap.
  • Asuransi.
  • Bongkar muat.
  • Penggunaan forklift.
  • Sewa crane apabila diperlukan.

Informasi tersebut akan membantu Anda menghitung total biaya secara lebih akurat.

Pahami Cara Menghitung Ongkir Sebelum Memilih Cargo Jakarta ke Ternate

Memahami cara menghitung ongkir akan memudahkan Anda memperkirakan biaya pengiriman sebelum barang berangkat. Pada layanan cargo Jakarta ke Ternate, perusahaan logistik umumnya menggunakan berat aktual untuk barang berat seperti mesin bubut, mesin kapal, genset, dan mesin industri. Sementara itu, barang yang berdimensi besar tetapi relatif ringan biasanya menggunakan perhitungan berat volume sesuai rumus yang berlaku.

Selain memperhatikan metode perhitungan, jangan lupa memastikan seluruh komponen biaya dan sistem pembayaran sebelum melakukan pengiriman. Tanyakan apakah tarif sudah termasuk biaya penjemputan, bagaimana mekanisme pembayaran, apakah pembayaran harus lunas di awal, dapat dibayar saat barang tiba di Ternate, atau tersedia fasilitas TOP untuk pelanggan perusahaan.

Dengan memahami seluruh informasi tersebut sejak awal, Anda dapat menghindari selisih biaya maupun kesalahpahaman mengenai pembayaran. Langkah ini juga membantu proses pengiriman berjalan lebih lancar, transparan, dan sesuai dengan anggaran yang telah Anda siapkan.

Pilihan Jasa Ekspedisi Dari Berbagai Kota Menuju Kota Ternate Maluku

Berikut adalah pilihannya silahkan klik link di bawah ini:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top